Kamis, 11 Maret 2010

" Bu, aku ke Ulang Tahun Teman yaaaaa.........."




Itu adalah rengekan putri kecil saya yang baru kelas V SD, beberapa hari yang lalu ketika saya menjemputnya pulang sekolah. Sepertinya itu hal biasa dan simpel, anak mana sih yang nggak semangat ketika mendapat undangan ulang tahun dari temannya, dan kita orang tua tinggal membantu mereka memilihkan kado bingkisan ulang tahunnya dan mengantar mereka ketempat pesta.........urusan beres, anakpun gembira.............Tapi itu dijaman saya dulu.


Saat ini banyak orang nggak mau repot, ingin yang praktis...... ada beberapa orang tua yang entah karena apa dan tujuannya apa?......merayakan ulang tahun anaknya di Mall tanpa mendampingi sang anak yang tengah berulang tahun.
Mereka tidak merasa kuatir sedikitpun melepas anak yang masih sangat kecil (menurut saya), berkeliaran di Mall yang besar dengan membawa sejumlah uang yang tidak kecil untuk ukuran anak SD. 


Dengan gembiranya mereka berlari kesana kemari, dari Time Zone, foodcort hingga ke Gramedia sibuk menghabiskan uang yang dibawanya dari rumah.
Terus terang saya miris sekali melihatnya...........
Apakah ini bukan berarti kita sedang mengajari mereka untuk menjadi generasi pemboros, belum lagi mendorong tindak kejahatan mengintai buah hati kita.
Walau kita telah menasihati anak seperti apapun nasihat itu, jangan lupa tetap saja mereka anak kecil yang lemah, yang rentan oleh tindak kejahatan orang........apalagi jaman sekarang yang terkenal dengan sebutan Jaman Edan.
Apa kita menunggu sesuatu terjadi pada buah hati kita, lalu baru kemudian kita menyesal kemudian........


Ketika anak bungsuku minta ijin itu, terus terang saya jadi bimbang dan dilema. Nggak bisa dibayang kan bagaimana saya bisa melepas putriku untuk ikut - ikutan berkeliaran di Mall tanpa saya atau bapaknya.
Tapi kalau dilarang, saya kasihan juga karena memang sudah sering ia cerita bahwa ada temannya yang suka mengejeknya sebagai ANAK MAMA.
Selama ini saya selalu mengajarkan pada mereka untuk menjadi DIRI SENDIRI, tidak usah terpengaruh oleh sesuatu yang belum tentu benar dan aman. " Adek bilang apa sayang .......?" tanya saya ketika ia mengadu dibilang anak mama oleh temannya.


" Yaa....adek bilang aja, biarin aja yang penting aku aman, lagian itu tandanya aku lebih disayang sama ibuku dibanding kamu... wee ". 
Saat berkata itu saya lihat putriku itu berkata dengan santai dan tenang tak tampak kalau ia lagi tertekan. Saat itu ada perasaan lega dan bangga menyeruak dalam dada ini.


"Please.....bu, sekali ini aja, boleh ya? rengek putriku lagi melihat saya belum juga memberikan jawaban atas pertanyaannya itu.
"Adek pengen banget ya........?"
Dan kepala mungil itu mengangguk cepat.......bayangin gak tega khan, apalagi menatap matanya yang polos itu, terus terang itu yang membuat saya jadi dilema.
"Ya sudah...kita buat perjanjian dulu, gimana ?" usul saya kemudian.
"Apa ?"
"Adek, boleh ke ulang tahun tapi ibu harus ikut, nanti ibu lihat dari jauh.....boleh nggak ?"
"Boleh...boleh, asik........!!" teriak sang putri kegirangan.
"Adek gak malu nantinya ?" tanya saya menyelidik
"Nggak, ngapain... khan enak ntar kalau pengen sesuatu ada yang bayarin....he...he".
".......?????"
"Dasar.....bocah !!!".


Jadi begitulah dihari itu saya dan suami mengantar putri kecil kami ke Mall, meski berangkat secara terpisah (putriku barengan teman - temannya naik mobil orang tua temannya dan kami berangkat sendiri). Dan Alhamdulillah ternyata bukan putri saya seorang yang diantar orang tuanya, dari tujuh anak yang hadir, ada dua orang anak yang didampingi orang tuanya yaitu putri saya dan seorang teman yang lain. Artinya putri saya bukan satu - satunya yang jadi ANAK MAMA......he....he....he.



















3 komentar:

Yudis memang ganteng mengatakan...

hahahahha..............kapan tuh bu kejadiannya?
kok aku kagak tau sigh??????

Bunda Lulik mengatakan...

Kutunggu commentmu untuk memperindah isi pondokku..... THX !!!!!

Bunda Lulik mengatakan...

Waktu mas sekolah, hari Sabtu kemarin.....

Posting Komentar